Categories
Parenting

Tips untuk Anak yang Sering Lupa Bagian 4

Agar mampu mengingat dengan baik, membutuhkan kemampuan menyimpan informasi selama beberapa detik (memori jangka pendek), kemudian selama beberapa menit mengolah informasi tersebut (memori kerja aktif), dan akhirnya mengingat untuk suatu periode tertentu (memori jangka panjang).

Misalnya, ketika merekam tulisan kata-kata di papan tulis, anak-anak harus terlebih dahulu mengingat urutan huruf, kemudian mereka menuliskannya di kertas dalam waktu singkat tanpa melihat. Semakin banyak anak melakukan latihan yang berhubungan dengan ingatannya, semakin mudah bagi anak untuk menangkap informasi di sekolah.

Berikut beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan mengingat pada anak:

1. Membiasakan bertanya secara terperinci. Penelitian menunjukkan, orangtua berpengaruh pada perkembangan daya ingat jangka panjang anak. Jadi, pastikan Mama bertanya secara terperinci kepada anak, kata Catherine Haden, PhD, psikolog di Universitas Loyola Chicago. Misal, ketika baru saja selesai menonton !lm di bioskop, tanyakan pada anak “Superheronya tadi pakai baju warna apa?” atau “Senjatanya yang dipakai apa?” Semakin banyak pertanyaan terperinci yang diajukan kepada anak, daya ingatnya akan semakin terasah.

2. Bermain pasel. Permainan yang berhubungan dengan daya ingat ini sangat baik untuk anak-anak. Atau, bermain tebak-tebakan, “Kita akan pergi ke pasar, sebaiknya bawa….” Biarkan anak menjawab pertanyaan dan mengambil barang yang akan dibawanya.

3. Bermain dengan strategi. Untuk mengajarkan tangan kanan-kiri, cobalah Mama mengangkat tangan ke atas dan memberikan contoh sambil memberitahukan mana tangan kanan dan kiri. Setelah itu, minta anak mengikuti sesuai dengan aba-aba. Ketika Mama menyebutkan “tangan kiri”, perhatikan apakah anak akan mengangkat tangan kirinya.

4. Mengulang. Minta anak mengulang-ulang nama-nama benda untuk beberapa kali. Ini akan membantu anak mengingat sesuatu.

Categories
Parenting

Tips untuk Anak yang Sering Lupa Bagian 3

GEJALA: Gejala atau pertanda ADHD bisa berbeda pada setiap anak. Gejala untuk penderita hiperaktif impulsif biasanya ditandai dengan sikap impulsif atau bertindak tanpa berpikir (spontan), susah bersosialisasi dengan orang lain, gelisah, mudah bosan, kurang percaya diri, dan lain-lain. Sedangkan untuk penderita gangguan perhatian atau atensi, gejalanya pun berkaitan dengan atensi atau perhatian.

Biasanya ditandai dengan gangguan atau kesulitan untuk memerhatikan sesuatu. Dampaknya, anak mudah lupa dan tidak mampu mengingat sesuatu dengan baik. Selain itu, ada beberapa gejala atau tanda anak mengalami gangguan atensi, yaitu: * Tampak tidak mendengarkan ketika orang lain berbicara kepadanya. * Susah memusatkan perhatian. * Mudah teralihkan perhatiannya. * Sulit mengikuti arahan atau menyelesaikan tugas.

PENANGANAN: Anak dengan gangguan ADHD memang tidak bisa disembuhkan, namun ada beberapa tindakan atau penanganan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perhatian atau atensinya. Sehingga kelak setelah dewasa berbagai gejala tersebut dapat diminimalisasi. Untuk menangani, dari yang tergolong ringan sampai dengan berat, dilakukan pengobatan berupa obat-obatan dan ataupun terapi. Obat-obatan yang sering diberikan oleh dokter biasanya memiliki kandungan metilfenidet.

Tujuannya, membantu mengontrol sikap hiperaktif dan impulsif pada anak, serta membantu meningkatkan fokus atau perhatian. Selain itu, dilakukan pula terapi perilaku untuk mengubah pola pikir yang bersangkutan. Terapi yang diberikan dikenal dengan nama terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioral Therapy). Orangtua dan keluarga biasanya akan diberikan pelatihan cara-cara menghadapi gejala ADHD pada anak, pendekatanpendekatan yang digunakan, serta dukungan yang diperlukan bagi orangtua.

Tugas orangtua selanjutnya adalah menjauhkan anak dari berbagai hal yang dapat menganggu perhatiannya saat belajar. Misal, gunakan agenda untuk mencatat aktivitas dan barang yang dibawa pada hari itu, jangan duduk dekat kaca jendela di kelas, gunakan bahan belajar yang cukup menarik dengan banyak gambar dan warna untuk menghindari distraksi, jangan menyimpan mainan di kelas yang mudah terlihat anak karena dapat mengacaukan atensinya, dan lainlain. Hal lain yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah memberikan sejumlah latihan yang dapat meningkatkan kemampuan mengingat pada anak. Mengingat adalah proses yang sangat kompleks.

Agar anak memiliki bekal ketika akan menghadapi ujian IELTS berikan ia pelatihan di kursus persiapan IELTS Jakarta.

Categories
Parenting

Tips untuk Anak yang Sering Lupa Bagian 2

Apakah gangguan atensi atau memori? Umumnya, keluhan lupa yang dialami anak lebih disebabkan oleh gangguan atensi, bukan memori, meski keduanya memiliki gejala yang sama, yakni tidak bisa mengingat. Sementara gangguan memori, umumnya terjadi pada orang dewasa, bukan anak-anak. Patut diketahui pula, lupa juga bisa terjadi pada kondisi depresi, cemas pada anak dan remaja, serta pada gangguan mental yang lain, seperti skizofrenia atau bipolar.

GANGGUAN ATENSI

Lupa akibat gangguan atensi karena data belum sempat disimpan dengan baik di otak. Inilah yang kerap terjadi pada anak dan menyebabkan anak sering lupa. Gangguan atensi pada anak, umumnya dikenal dengan istilah ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), yaitu sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta susah memusatkan perhatian.

ADHD dikenal pula dengan istilah Gangguan Pemusatan Perhatian dan/Atau Hiperaktivitas (GPPH). Sampai dengan saat ini, penyebab pasti ADHD belum diketahui, namun kebanyakan hasil penelitian mengaitkan dengan kinerja dan perkembangan otak. Ada 3 faktor yang dianggap turut berperan sebagai penyebab ADHD, yakni: faktor genetik/keturunan, ketidakseimbangan kimiawi pada otak (neurotransmiter), dan kinerja otak.

Penelitian juga menyatakan, pada anak yang menderita ADHD didapati area otak yang mengontrol perhatian tampak tidak terlalu aktif, dibandingkan dengan anak-anak lainnya yang tidak menderita ADHD. Umumnya penderita ADHD dibedakan menjadi tiga. Pertama, yang mengalami gangguan konsentrasi atau atensi. Ini ditandai si anak mudah teralihkan konsentrasi atau perhatiannya atau tampak sering melamun, berkhayal. Kedua, hiperaktif dan impulsif. Anak tidak bisa diam, tukang iseng atau jahil. Ketiga, kombinasi dari keduanya, yakni mengalami gangguan perhatian dan hiperaktif pula. Nah, untuk anak yang sering lupa termasuk pada gangguan konsentrasi atau perhatian.

Categories
Parenting

Tips untuk Anak yang Sering Lupa

Si kecil lupa melulu? Uuuuhhh… nyebelin banget ya, Mam! Tapi, jangan marahi si buah hati ya, Mam. Coba telusuri penyebabnya, yuk!  Pagi itu, Adi kembali membuat seisi rumah bingung. Pasalnya, ia tidak berhasil menemukan buku matematikanya di rak buku. Adi memang kerap lupa dengan barang-barang miliknya. Ini bukan peristiwa pertama, kemarin ia lupa membawa pulang kotak bekalnya. Tidak hanya lupa akan benda-benda miliknya, Adi pun kerap lupa dengan jadwal kegiatan hariannya.

Latihan melukis yang semestinya dilakukan seminggu sekali setiap Jumat, kerap terlewati karena lupa. Hal lain yang juga sering terjadi, dalam mengingat mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Adi sering lupa materi yang sudah diajarkan, akibatnya ketika mengerjakan tugas di rumah sering kebingungan karena lupa rumus yang disampaikan di sekolah tadi siang. Sebagian orang beranggapan, lupa akan sesuatu adalah hal wajar dan tak perlu dibesarbesarkan.

Memang, lupa itu manusiawi banget, tetapi bukan berarti boleh disepelekan karena dapat berdampak fatal dalam keseharian. Betapa tidak? Pengeluaran menjadi bertambah, seperti harus membeli lagi buku yang hilang entah ke mana atau malah mengacaukan aktivitas di hari itu. Lupa juga dapat berdampak pada proses belajar anak sehari-hari, inilah yang kerap membuat orangtua panik. Bila lupa itu hanya sesekali, maka boleh dibilang tergolong hal yang wajar.

Misal, hanya sekali dalam seminggu atau sebulan sekali. Lain halnya ketika lupa sudah terjadi berulang kali atau sering, itu pertanda anak sudah mengalami gangguan. Hanya saja de!nisi dari kata sering ini kerap membingungkan. Untuk sederhananya, bila lupa terjadi lebih dari satu kali dalam seminggu atau ketika sudah mengganggu atau merepotkan orang-orang di rumah dan teman-temannya pun mulai merasakan dampak atau akibatnya.

Ini biasanya ditandai dengan munculnya ucapan, “Aduh kok sering lupa ya!” Padahal semestinya, anak-anak memiliki daya ingat yang lebih baik dibanding orangtua yang mulai mengalami kemunduran daya ingat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, langkah pertama yang harus dilakukan orangtua adalah mencari tahu penyebab dari gangguan lupa pada anak.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing berikan pelatihan di lembaga kursus bahasa Perancis di Jakarta yang terbaik.

Categories
Makanan

memadu Dua gaya Dalam olahan Daging Australia

mengapa kita tidak bisa memadu seni kuliner barat dan timur? seni kuliner western yang sederhana tentu saja bisa dipadu seni kuliner eastern yang lebih rumit dan berbumbu atau bahkan disandingkan dengan kuliner tradisional kita yang sedap. menggabung keduanya di dalam masakan sangat mengasyikkan. menyantap hasilnya pun bakal membuat kita ketagihan. Percaya saja. Sungguh mengasyikkan menciptakan hidangan baru di dapur kita. Bukan hidangan yang bisa diperoleh dari resto terkenal atau toko kue ternama. Betul-betul dari dapur kita yang dibuat dengan cinta dan kasih sayang. Karena dibuat sendiri, kita bisa berkreasi menciptakan hidangan unik yang nikmat, teramasuk hidangan fusion. Hidangan fusion adalah paduan dua gaya kuliner. Misal, kuliner western dengan oriental. Tentu untuk menciptakan hidangan seperti ini perlu sentuhan kreatif. Nah, menciptakan sentuhan inilah yang sangat mengasyikkan. Ketika membuat steak, misalnya. Mengapa pula harus disajikan bersama saus putih atau saus jamur.

Coba, ganti dengan saus rendang atau saus lada hitam yang agak oriental. Pasti rasanya unik, berbeda, sekaligus mengesankan. Bukan hanya masakan yang bisa kita buat bergaya fusion. Kudapan juga enak “dimainkan”seperti ini. Contoh ketika membuat lumpia semarang. Coba buat dalam ukuran mini lantas sajikan bersama brown sauce atau mayones yang dicampur keju. Hasilnya sangat mengejutkan. Olahan daging sapi paling mudah dibuat dalam paduan gaya seperti di atas. Contoh dua resep berikut ini adalah contoh fusion yang luar biasa lezat, tampilannya indah, tetapi sangat mudah dibuat oleh siapa saja Pizza adalah roti Italia yang sangat terkenal. Biasa disajikan bersama saus tomat plus berbagai toping. Mari, singkirkan dulu cara klasik itu. Kita buat gaya oriental ala Korea. Gunakan daging giling Australia yang terkenal keempukannya dan teksturnya yang moist lalu bumbui dengan bumbu yang biasa dimasak dalam sajian Korea. Hasilnya, mengalahkan pizza klasik yang biasa kita temukan dalam gerai pizza. Sentuhan western atau oriental yang dibubuhi pada sebuah hidangan tidak perlu harus banyak seperti pizza di atas yang topingnya sangat oriental. Mari kita lihat resep kedua.

Kudapan dari mantau ini diisi dengan tumisan daging Australia yang sangat oriental, tetapi menjadi fusion berkat toping saus kejunya. Kedua kudapan ini tak bakal Anda temukan di gerai makanan atau resto terkenal sekalipun karena merupakan kreasi kita sendiri. Bahannya bisa dipilih yang berkualitas seperti daging Australia. Bumbunya bisa disesuaikan selera kita. Cara mengolahnya pun bisa dibuat sepraktis mungkin. Hasilnya, jadi hidangan spesial yang bakal disukai seluruh keluarga. Nah, mari mencipta sesuatu yang lezat, unik, dan berbeda dari daging Australia yang lezat dan bergizi tinggi. Sajikan selalu hanya yang terbaik untuk keluarga Anda.