Akses BPJS Online via WA WEB

Akses BPJS Online via WA WEBS ejak 1 Januari 2014, warga Indonesia wajib memiliki kartu kesehatan atau yang lebih sering disebut sebagai Badan Penyeleng- gara Jaminan Kesehatan (BPJS) bila mengunjungi dokter. Tujuannya agar perawatan bisa lebih efisien dan de ngan cepat dapat dilakukan. Melalui catatan kesehatan BPJS ini, Pemerintah Indonesia berharap agar dengan adanya BPJS ini, kesehatan masyarakat Indonesia juga bisaterjamin dan mencapai semua tingkat ekonomi. Sayangnya, saat ini BPJS hanya menyimpan informasi dasar seperti nama, alamat, dan tanggal lahir. Namun, tidak tertutup kemungkinan untuk memadukan BPJS dengan teknologi terkini. Misalnya seperti kartu kesehatan elektronik. Dalam kartu sehat tersebut, data darurat seperti misalnya alergi obat harus ikut disimpan agar dokter bisa dengan cepat mengambil keputusan tepat dalam kea daan gawat. Riwayat lengkap kesehatan pasien disimpan pada remote server oleh perusahaan pengelola data pasien yang telah ditunjuk oleh pemerintah, dan mereka mendapatkan akses penuh. Peru sahaan tersebut bahkan juga akan punya akses untuk bisa menghapusnya. Salah satu perusahaan yang sudah cukup dikenal dalam memberikan jasa tersebut adalah Gematik dari Jerman.

“Tahun depan adalah tahunnya sistem informasi kesehatan,” kata Arno Elmer, Managing Director dari Gematik. Hingga 2018 nanti, menurut Elmer sistem ini sudah jadi hal standard dan keharusan. Namun, apa yang dalam teori terdengar indah dan menjanjikan, pada prakteknya justru punya banyak risiko dan efek samping. Sistem rekam medis baru ini pun menimbulkan banyak pertanyaan. Oleh karena itu, walaupun teknologi akan sangat banyak membantu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu sebelum kartu elektronik ini bisa diterapkan di Indonesia. Salah satunya adalah pertimbangan biaya yang akan menghabiskan jumlah yang tidaklah kecil. Sebagai gambaran, di Jerman proyek serupa menghabiskan dana sampai sekitar 300 Milyar Rupiah. Satu hal yang juga perlu diperhatikan adalah adanya potensi campur tangan dari pihak ketiga. Seperti contoh dengan apa yang terjadi di Jerman. Sebelum proyek di Jerman itu dimulai, industri farmasi sudah sangat tertarik untuk ikut campur. Terutama agar meminimalkan biaya riset. Pihak asuransi juga bisa mulai mencari pelanggan potensial sebelum menandatangani kontrak jika pegawainya bisa mengakses data medis ini. Selain itu, risiko serangan hacker juga cukup nyata, karena data medis ini bisa bernilai sangat mahal bila dilelang ke pihak yang tepat. Sayangnya, Gematik belum bisa membuka solusi dari semua permasalahan tersebut. Seperti misalnya, Gematik belum secara jelas mendefinisikan langkah-langkah perlindungan teknis, contohnya adalah enkripsi data pada server. Namun demikian, potensi akan dikembangkannya kartu kesehatan elektronik di Indonesia ini akan lebih banyak manfaat ketimbang kerugiannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *