OPSTIB Mental Ala Orde Baru Bagian 2

Sedangkan penataran hanyalah salah satu bagian dari pelaksanaan P4,” kata Roeslan. Untuk melaksanakan tugas tersebut, harus ada norma-norma yang sayangnya belum selesai ditentukan. Tapi Roeslan menyebut contoh norma yang bisa ditentukan. Misalnya, situasi sebelum dan sesudah penataran dalam suatu unit pemerintahan sudah ada perubahan atau belum. ”Jadi bukan lulus-tidaknya penataran,” ujarnya.

Roeslan menjelaskan, penataran itu bisa disebut sebagai semacam ”opstib mental”, semacam persuasi. ”Sistem demokrasi selalu mengenal persuasion dan coercion, bujukan dan paksaan, yang merupakan dua sayap dari satu ide. Dan penataran P4 inilah merupakan persuasion-nya,” katanya. Dia mengakui banyaknya peserta penataran P4 yang menyampaikan unek-unek, kritik, dan alternatif. Dan setelah ditatar, kata Roeslan, orang menjadi lebih tahu tentang Pancasila, lalu menyoroti aparat pemerintah. ”Jadi penataran ini terkadang lebih merupakan pisau bermata dua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *