Pesaing Berat dari Thailand dan Kuwait

JAKARTA – Gelaran Asian Games 2018 tinggal menghitung hari, atlet Indonesia Jet-sport Boating Association (IJBA) memastikan mengikutsertakan tiga atlet untuk empat nomor pertandingan cabang jet ski. Sebagai tuan rumah, para atlet optimistis mampu menyumbangkan medali emas, namun Thailand dan Kuwait dinilai sebagai negara yang akan jadi pesaing utama. “Atlet Thailand dan Kuwait beberapa kali juara,” kata atlet jet ski Aero Sutan Anwar di venue jet ski di Pantai Marina Ancol, Jakarta, Kamis lalu. Aero mengatakan ada kelebihan menjadi tuan rumah Asian Games tahun ini karena bisa mencoba venue lebih dulu dan bisa beradaptasi lebih awal. Atlet Indonesia bisa lebih mengenali kondisi air, ombak, bahkan tingkat keasinan air. Tapi menjadi tuan rumah, menurut dia, juga bisa memberi tekanan tersendiri bagi para atlet. “Satu sisi ya tekanan. Setiap ketemu orang, teman, dan siapa saja, selalu diingatkan, medali emas ya, emas ya. Iya ingat, kok, emasnya,” kata Aero, tersenyum.

Atlet berusia 23 tahun itu mengakui saat ini rasa tanggung jawab dan motivasi semakin menyatu menjelang pembukaan Asian Games. Ia terus menggembleng dirinya bersama atlet lainnya untuk memperkuat fisiknya. “Latihan sama seperti yang sudah dikerjakan. Cuma diperpanjang latihannya agar pernapasan kuat,” ujarnya. Di sela latihan, Aero menyempatkan untuk menikmati suasana bersama teman-temannya. Tujuannya untuk mengurangi stres. “Harus jalan sama teman-teman. Kalau enggak, suntuk,” kata juara dunia balap jet ski Pro Runabout pada 2014 ini. Atlet lainnya, Aqsa Sutan Anwar—adik Aero—lebih mewaspadai atlet jet ski asal Kuwait. Sebab, dia mengenal betul bagaimana kekuatan lawan yang akan dihadapinya nanti. “Kalau aku, Kuwait pesaing utama karena atletnya itu teman sendiri, jadi kami saling tahu satu sama lain,” kata Aqsa. Untuk persiapan, para atlet jet ski mengaku tinggal menunggu datangnya jet ski yang akan digunakan bertanding di Asian Games mendatang. Hal itu dibenarkan Ketua Umum IJBA Syaiful Insan.“Intinya, kami sudah siap.

Ini jet ski masih untuk latihan, yang ecekecek, bukan untuk balapan. Nanti jet ski yang datang tiga kali lipat kekuatannya dari yang dipakai latihan ini,” kata Syaiful. Untuk target, Syaiful mengatakan ingin meraih minimal dua medali emas. Ia ingin para atlet jet ski bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Soal negara pesaing, Syaiful justru mengingatkan bahwa semua lawan sama kuat, tak boleh ada yang dianggap remeh. “Kalau kami anggap remeh lawan, malah lengah nanti,” kata Syaiful. Dalam persiapan terakhir, Syaiful memastikan pola latihan saat ini semakin meningkat. Para atlet diminta tetap fokus agar bisa mencapai tujuan dan memberikan yang terbaik buat negara. “Yang paling penting juga itu agar mereka tidak stres, itu juga kami perhatikan,” kata dia. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, yang ikut menjajal jet ski di Pantai Marina Ancol, mengatakan semoga target dua medali emas dari cabang ini bisa terpenuhi. “Semoga lebih, karena mereka sudah pernah bertemu dengan calon lawannya,” kata Nahrawi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *