Categories
Parenting

Tips untuk Anak yang Sering Lupa Bagian 3

GEJALA: Gejala atau pertanda ADHD bisa berbeda pada setiap anak. Gejala untuk penderita hiperaktif impulsif biasanya ditandai dengan sikap impulsif atau bertindak tanpa berpikir (spontan), susah bersosialisasi dengan orang lain, gelisah, mudah bosan, kurang percaya diri, dan lain-lain. Sedangkan untuk penderita gangguan perhatian atau atensi, gejalanya pun berkaitan dengan atensi atau perhatian.

Biasanya ditandai dengan gangguan atau kesulitan untuk memerhatikan sesuatu. Dampaknya, anak mudah lupa dan tidak mampu mengingat sesuatu dengan baik. Selain itu, ada beberapa gejala atau tanda anak mengalami gangguan atensi, yaitu: * Tampak tidak mendengarkan ketika orang lain berbicara kepadanya. * Susah memusatkan perhatian. * Mudah teralihkan perhatiannya. * Sulit mengikuti arahan atau menyelesaikan tugas.

PENANGANAN: Anak dengan gangguan ADHD memang tidak bisa disembuhkan, namun ada beberapa tindakan atau penanganan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perhatian atau atensinya. Sehingga kelak setelah dewasa berbagai gejala tersebut dapat diminimalisasi. Untuk menangani, dari yang tergolong ringan sampai dengan berat, dilakukan pengobatan berupa obat-obatan dan ataupun terapi. Obat-obatan yang sering diberikan oleh dokter biasanya memiliki kandungan metilfenidet.

Tujuannya, membantu mengontrol sikap hiperaktif dan impulsif pada anak, serta membantu meningkatkan fokus atau perhatian. Selain itu, dilakukan pula terapi perilaku untuk mengubah pola pikir yang bersangkutan. Terapi yang diberikan dikenal dengan nama terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioral Therapy). Orangtua dan keluarga biasanya akan diberikan pelatihan cara-cara menghadapi gejala ADHD pada anak, pendekatanpendekatan yang digunakan, serta dukungan yang diperlukan bagi orangtua.

Tugas orangtua selanjutnya adalah menjauhkan anak dari berbagai hal yang dapat menganggu perhatiannya saat belajar. Misal, gunakan agenda untuk mencatat aktivitas dan barang yang dibawa pada hari itu, jangan duduk dekat kaca jendela di kelas, gunakan bahan belajar yang cukup menarik dengan banyak gambar dan warna untuk menghindari distraksi, jangan menyimpan mainan di kelas yang mudah terlihat anak karena dapat mengacaukan atensinya, dan lainlain. Hal lain yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah memberikan sejumlah latihan yang dapat meningkatkan kemampuan mengingat pada anak. Mengingat adalah proses yang sangat kompleks.

Agar anak memiliki bekal ketika akan menghadapi ujian IELTS berikan ia pelatihan di kursus persiapan IELTS Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *